19 Feb 2018

CIPTAKAN KONDUSIFITAS, KPU GELAR DEKLARSI KAMPANYE DAMAI

KPU Provinsi Kalimantan Utara Capture CIPTAKAN KONDUSIFITAS, KPU GELAR DEKLARSI KAMPANYE DAMAI Berita kpukaltara    Tarakan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan menggelar Deklarasi Kampanye Damai untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pilwali) Tarakan, di gedung Graha Pemuda KNPI, pada minggu (18/2). Deklarasi diikuti oleh empat pasangan calon (paslon) dan simpatisannya.

Setelah membaca komitmen untuk melakukan kampanye damai, para paslon menandatangani pernyataan kampanye damai, anti hoax, anti politisasi SARA, dan anti politik uang. Dalam deklarasi ini, terdapat lima poin yang wajib ditaati oleh para paslon. Diantaranya siap menjaga keutuhan NKRI, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, siap melaksanakan kampanye pemilihan umum 2018 yang tertib, demokratis dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilih.

Siap melaksanakan kampanye pemilihan umum tahun 2018 tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang. Mewujudkan kebersihan lingkungan Kota Tarakan dengan semboyan “Pilkada Tanpa Sampah” dan menempatkan alat peraga/bahan kampanye pada tempatnya. Tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dikatakan Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo bahwa kegiatan ini merupakan penyampaian pesan mengenai visi dan misi serta program kerja masing-masing paslon. Dalam kampanye terdapat bebrapa pertemuan yang bertema dialog, bisa memanfaatkan ruang terbuka, tertutup maupun dilingkungan RT. Selanjutnya ada rapat umum yang melibatkan ribuan massa yang hanya bisa dilakukan sekali.

Selain itu, ada juga debat kandidat yang akan dilakukan pada 19 juni 2018 dan rapat terbuka yang dilaksanakan di akhir masa kampanye antara 20-24 juli 2018. Masing-masing paslon hanya mendapatkan kesempatan 1 hari, dan dibatasi hanya sampai pukul 18.00 WITA.

“Kemudian ada juga kampanye iklan yang difasilitiasi oleh KPU berdasarkan materi yang disampaikan oleh masig – masing paslon pada 14 hari terakhir masa kampanye dan tidak ada iklan di luar dari KPU. Media silahkan memberikan pemberitaan masing – masing paslon, tetapi bukan iklan, yang dilakukan secara adil terhadap semua paslon. Adil dan tidaknya yang mengawasi Bawaslu dan Dewan Pers,” terang Teguh, Minggu (18/2)

Disinggung mengenai tujuan deklarasi, Teguh mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan pemilihan wali kota dan wakil wali kota ini bisa berjalan dengan damai. Dan memiliki keyakinan bahwa ALLAH yang akan menentukan siapa yang terpilih. “Itulah makanya kita buat kegiatan ini, supaya kedepan kita sama-sama menjaga kondusifitas Kota Tarakan. Karena kita berasal dari SARA berbeda-beda, antar golongan yang berbeda-beda, tentunya masing-masing punya pilihan yang berbeda. Kita harus sepakat bahwa perbedaan SARA menjadi pemanis dan penguat bagi kita, bukan menjadi pemecah”, tegas Teguh.

Ia menambahkan, mayarakat dilarang menghujat dan mengejek pilihan orang lain. “Kampanye rawan dengan masalah gangguan kamtibmas. Mari sama – sama jaga dan kegiatan kampanye itu akrab dengan sampah, maka jaga kebersihan ditempat kampanye, kemudian jangan sembarangan menempel stiker poster, algaka lain di fasilitas umum dan fasilitas social,” pungkas Teguh. (Yan Koran Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

74 views
X